eco news

Meningkatnya Kebakaran di Berbagai Negara Akibat Perubahan Iklim

Berita tentang terjadinya kebakaran hutan saat ini semakin sering terdengar. Tidak hanya di Indonesia saja, tetapi juga di berbagai negara lainnya. Kondisi ini cukup memprihatinkan, karena akibat dari kebakaran hutan ini tidak hanya meningkatkan polusi udara saja, tetapi juga membuat banyak hutan yang akhirnya mati. Sayangnya, kebakaran hutan yang terjadi secara alami ini sulit dicegah, karena perubahan iklim adalah penyebabnya.

Hmm, bagaimana mungkin perubahan iklim bisa menyebabkan kebakaran hutan? Namun kenyataannya, seperti itulah kondisinya saat ini. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah 8 alasannya:

  1. Cuaca yang baik untuk api

Cuaca di beberapa negara saat ini cenderung panas, kering, dan berangin. Cuaca tersebut sangat baik sekali untuk memicu terjadinya kebakaran, karena akan semakin banyak pepohonan yang mati akibat kekeringan. Kondisi ini menciptakan semakin banyak ekosistem yang mudah terbakar.

  1. Perubahan lanskap

Kondisi kering yang terjadi saat ini membuat semakin banyak spesies baru yang muncul dan menggantikan tanaman lembab yang mati akibat kekeringan. Sayangnya, spesies baru ini adalah tanaman yang menyukai cuaca kering dan memiliki sifat mudah terbakar, seperti lavender dan rosemary.

  1. Tanaman haus

Menurunnya curah hujan, membuat banyak tanaman yang kekurangan air. Akibatnya, akar tanaman tersebut akan menembus tanah lebih dalam untuk mencari sumber air. Hal ini ini berdampak pada hilangnya uap air alami dari bumi yang dapat memperlanbat penyebaran kobaran api.

  1. Musim yang lebih panjang

Sama halnya dengan musim yang memiliki periode waktu tertentu, musim kebakaran juga biasanya berlangsung pada periode waktu tertentu. Sayangnya, kondisinya saat ini telah berubah dan musim kebakaran memiliki periode waktu yang cukup panjang. Tidak hanya itu, beberapa negara lain bahkan tidak lagi memiliki periode waktu untuk musim ini, karena kebakaran bisa terjadi kapanpun.

  1. Lebih banyak petir

Cuaca panas dan kering pada bumi menyebabkan bumi menjadi hangat, sehingga meningkatkan intensitas petir. Padahal, petir yang menyambar pohon kering ini adalah salah satu penyebab terjadinya kebakaran pada pohon.

  1. Intensitas yang sulit ditangani

Perubahan iklim yang terjadi tidak hanya dapat memicu terjadinya kebakaran, tetapi juga meningkatkan intensitasnya. Bahkan, tidak ada yang tahu pasti kapan kebakaran yang terjadi di beberapa negara bisa dihentikan.

  1. Wabah kumbang

Ada beberapa negara yang mengalami peningkatan kebakaran akibat wabah kumbang, yaitu area yang dilewati oleh kumbang saat melakukan perpindahan ke hutan boreal Kanada. Perpindahan kummbang ini terjadi juga akibat dari meningkatnya suhu udara di habitat aslinya. Sepanjang perjalanan, kumbang akan merusak pohon sehingga menyebabkan semakin banyak pohon yang mati.

  1. Lingkaran setan

Hutan berfungsi sebagai penyerap 45% gas karbon yang ada di bumi dan ¼ emisi gas rumah kaca akibat ulah manusia. Bertambahnya jumlah hutan yang mati dan terbakar, akan menyebabkan karbon tidak terserap dan kembali lepas ke atmosfer yang berakibat pada perubahan iklim. Padahal, perubahan iklim adalah salah satu penyebab terjadinya kebakaran. Artinya, kondisi ini akan menjadi sebuah lingkaran setan yang sulit untuk dihentikan.

Mencegah terjadinya perubahan iklim mungkin hal yang cukup sulit untuk dilakukan. Namun, tetap bisa dilakukan jika semakin banyak orang yang berusaha. Misalnya dengan menghemat penggunaan listrik, air, dan menggunakan peralatan yang ramah lingkungan. Selain itu, pencegahan perubahan iklim juga bisa dilakukan dengan menanam pohon sebanyak-banyaknya dan mengurangi jumlah sampah. Ketika semakin banyak yang mulai menyadari bahaya dari perubahan iklim ini, maka usaha pencegahan akan semakin efektif.