eco news

Masuk ke Pemukiman Warga, Harimau Sumatra Ini Dibunuh Secara Tragis

Beberapa waktu lalu, warga Desa Bangkelang, Kabupaten Madina, Sumatra Utara dihebohkan oleh seekor Harimau Sumatra yang masuk ke dalam rumah warga. Informasi ini pun sampai ke Balai Taman Nasional Batang Gadis (BTNBG) melalui pihak Koramil. Kemudian, Kepala BTNB menghubungi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah III untuk segera menuju ke lokasi.

Kepala Bidang KSDA III telah menghubungi Komandan Distrik Militer (Dandim) 0212 dan pihak Polres Madina agar anggota yang bertugas tidak menembak harimau tersebut. Meskipun termasuk binatang buas, Harimau Sumatra juga merupakan salah satu spesies yang dilindungi keberadaannya. Sayangnya, sebelum para anggota berhasil mengamankan harimau tersebut, warga yang merasa resah dan ketakutan telah menombaknya hingga mati.

Ini bukanlah satu-satunya konflik antara manusia dan harimau yang pernah terjadi. Sebelum kejadian ini, warga juga sempat diresahkan dengan seekor harimau yang  berkeliaran di Desa Hatupangan yang letaknya bersebrangan dengan Desa Bangkelang. Kemudian pada bulan Mei 2017, Warga Dusun Kuala Indah, Kabupaten Labuhanbatu Utara, juga mengalami hal yang serupa. Akibatnya, seekor Harimau Sumatra pun terbunuh sia-sia.

Harimau Sumatra atau binatang buas lain yang masuk ke pemukiman warga bukan terjadi tanpa sebab. Menurut Yoni Candra, Manager Advokasi dan Kampanye Walhi Sumatra Barat, hal ini disebabkan oleh berkurangnya hutan akibat pertambangan atau kepentingan industri lainnya. Dengan demikian, sumber makanan dan habitat harimau atau satwa liar lainnya pun ikut berkurang. Pada akhirnya, mereka terpaksa keluar untuk mencari sumber makanan lain, bahkan hingga ke pemukiman warga.

Lantas, adakah jalan keluar dari konflik ini? Sebenarnya ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh masyarakat. Salah satu yang terpenting adalah untuk mengedukasi masyarakat dan meningkatkan awareness tentang pentingnya menjaga populasi satwa liar. Pemerintah atau lembaga lainnya juga perlu lebih tanggap dan melakukan berbagai upaya untuk mencegah konflik seperti ini. Misalnya dengan membangun penghalang di sekitar desa, mengurangi kegiatan yang dapat merusak hutan, atau merelokasi satwa liar ke habitat yang lebih aman. Jika dikelola secara berkelanjutan, satwa liar juga dapat menjadi sumber daya alam yang signifikan dalam berbagai aspek di kehidupan manusia.

 

Source: