eco news

Ternyata Polusi Udara Bisa Tingkatkan Risiko Alzheimer, Benarkah?

Sekarang ini mustahil rasanya untuk bisa melakukan aktivitas sehari-hari tanpa terpapar polusi udara. Apalagi jika hidup di daerah perkotaan, tentunya BroSis akan sering menemukan hal-hal yang menyebabkan polusi udara. Mulai dari asap kendaraan, asap rokok, asap dari kegiatan industri, dan lain-lain.

Tentunya BroSis sudah tahu kan, kalau polusi udara dapat mengakibatkan dampak buruk bagi lingkungan sekitar dan juga kesehatan makhluk hidup, termasuk manusia? Tetapi mungkin belum banyak yang tahu kalau ternyata polusi udara juga dapat meningkatkan risiko Alzheimer.

Alzheimer merupakan kondisi dimana terjadi penurunan daya ingat dan juga terjadi penurunan kemampuan berbicara, serta adanya perubahan perilaku pada manusia. Biasanya Alzheimer cenderung dialami oleh orang-orang yang sudah lanjut usia. Namun, jika seseorang hidup di lingkungan yang tidak sehat dan sudah sering terpapar polusi sejak dini, maka bukan hal yang tidak mungkin jika Alzheimer dialami sebelum usia lanjut.

Menurut sebuah penelitian, paparan partikel udara halus dalam jangka panjang dapat meningkatkan kadar APOE4, yakni kadar ‘protein Alzheimer’ yang terkait dengan demensia dalam waktu cepat. Bahkan, polusi udara juga dapat meningkatkan keinginan bunuh diri sebanyak 4.92 kali lipat, lho.

Penelitian lebih lanjut menunjukan bahwa polusi udara ternyata juga dapat meningkatkan protein hyperphosphorylated tau dan beta amyloid yang terkait dengan Alzheimer. Namun, sebelumnya juga sudah terdapat penelitian yang membuktikan bahwa partikel yang berasal dari asap kendaraan dapat menyebabkan inflamasi pada tubuh. Sedangkan, inflamasi sangat berkaitan dengan Alzheimer dan kesehatan mental.

Bagaimana bisa polusi udara melakukan hal tersebut kepada tubuh manusia? Para peneliti berpendapat bahwa partikel halus dari polusi udara akan memasuki otak saat manusia bernapas. Kemudian, partikel tersebut dapat memasuki bagian tubuh manusia melalui aliran darah.

Pemimpin penelitian dari University of Montana, Dr. Lilian Calderón-Garcidueñas, mengatakan bahwa tindakan pencegahan Alzheimer perlu dilakukan secara efektif sejak dini. Lingkungan yang tercemar dapat memungkinkan risiko penyakit Alzheimer dimulai dari masa kanak-kanak. Karena itu, penting sekali dilakukan pencegahan sedini mungkin, bahkan sebelum kelahiran bayi.

Jadi, untuk menurunkan risiko Alzheimer, kondisi lingkungan juga perlu diperhatikan. Mulai saat ini BroSis harus berperan lebih baik dalam merawat lingkungan dan mengurangi kegiatan yang dapat menambah polusi udara. Lingkungan yang sehat tentunya akan membantu manusia untuk hidup lebih sehat pula.

 

Source: